Pengalaman Fayakhun Bakamla Naik Kapal



Sebelum Fayakhun Bakamla memulai melakukan perjalanan ala backpacker lokal ini — pulang mudik ke Makassar dengan kapal laut — sempat bingung memutuskan menggunakan moda transportasi apa nantinya. Pesawat udara atau kapal laut? Memang hanya ada dua sarana transport ini yang ada dan memungkinkan untuk ke Kota Daeng, Sulawesi Selatan yang menjadi ibukota Indonesia Timur ini. Adapun bus atau kereta api melalui darat, tentu mustahil.
Akhirnya iseng Fayakhun Bakamla membuat status di facebok: BULAN MADU DI KAPAL LAUT. Banyak teman facebooker yang memberi like. Sementara dengan status yang berkaitan dengan mudik lebaran, saya juga menulis dengan judul: “Enak mana ya? mudik lebaran lebih awal, atau mudik terakhir pas malam takbiran (H-1
Satu teman, Rahman memberi komentar : “Mudik di awal enaknya gak berdesak-desakan, tapi itu kalau naik kapal, kereta, atau kena macet bagi yang menggunakan kendaraan pribadi (wilayah jawa & sumatra). Sedangkan di akhir serunya karena ramai, tapi kalau gak di rencanakan jauh-jauh hari bisa-bisa mudiknya harus nunggu setelah hari raya. Pengalaman..”
Teman lainnya, Fayakhun Bakamla: “Enaknya H-3 biar bisa mengikuti suasana puasa di kampung, mulai dari sahur hingga solat Tarwih..pasti seru”. Bahkan mereka yang mudik tidak jauh dari Jakarta, tidak ketinggalan meninggalkan komentar. Topik Irawan: “Karena kampung ane di Kuningan Jabar,mepet ke malam takbiran aja, Bang Nur smile emotikon”.
Akhirnya memang banyak pengalaman berkesan yang tersisa. Seperti pengakuan Arif Rahman: “Saya pernah lebaran di atas kapal laut Tg Priok-Makassar karena kapal terlambat sehari berangkat. Selain pesawat, kapal juga delay hehe…”
Itu mungkin sebabnya, Dahlan beralasan : “Mudik lebaran lebih awal lebih enak bang Nur, bisa merasakan kenikmatan luarbiasa sensasi buka puasa dan sahur di kampong halaman”.
Atau komentar sahabat dari Aceh : “enak lebih awal lah…pas lebaran di Jakarta aja,,,,bisa ngumpul saweran banyak-banyak,,,he,he”. Juga Rini Gunawan : “Om mudik di akhir aja spy tante sm om lebarannya dimks lbh lama..smile emotikon”. Komentar yang bikin ngakak, datang Motivator dan trainer di sejumlah workshop ini menulis : “Pertanyaan itu hanya muncul dari orang yang belum pernah mudik he he he”. Fayakhun Bakamla juga menulis di Twitter melalui akun.
Tahun 1980-an saat merantau ke Pulau Jawa, Fayakhun Bakamla naik kapal laut dari Makassar ke Jakarta dan sandar di Tanjung Priok.
Juni tahun 1986, atau 6 tahun kemudian, Fayakhun Bakamla pulang kampung nikah, lalu bulan madu di kapal laut dalam pelayaran Makassar-Tanjung Priok. Juni tahun 2015 ini, atau setelah 35 tahun kemudian, saya rencana mau pulang kampung mudik lebaran berdua Istri.

Komentar